Langsung ke konten utama

Sekolah Bahagia

    Berbicara tentang dunia pendidikan memang tidak ada habisnya. Secara esensi, pendidikan adalah martabat sebagai kelangsungan hidup manusia dimuka bumi ini.
    Kembali pada rujukan Al Quran dalam surat Al Alaq ayat pertama, Allah telah memerintahkan untuk membaca. Dan membaca adalah bagian dari pendidikan.
    Pendidikan tidak lepas dari asas ilmu pengetahuan. Jelas rasanya, dimana ada peserta didik berarti harus lengkap dengan adanya pembimbing atau yang lebih kita kenal dengan sebutan guru.
    Nah, mari kita diskusikan tentang sekolah yang bahagia. Tentu harapan setiap siswa merasakan tahap pendidikan yang ideal dan sesuai dengan harapan mereka.
    Bagaimana yang dimaksud dengan sekolah bahagia? Sekolah bahagia adalah sekolah yang tidak hanya menyediakan fasilitas mewah atau memadai. Selain guru yang profesional, sekolah bahagia juga perlu memiliki guru dalam mindset yang berbeda.
    Seperti yang kita ketahui, kini peserta didik dapat belajar mandiri dari berbagai sumber ilmu pengetahuan. Ada yang belajar melalui internet, brosur, majalah, bimbel (bimbingan belajar), berbagai macam les dan lain sebagainya. Kita sebagai guru harus mampu mengaitkan pembelajaran di sekolah dengan ilmu yang mereka peroleh dari luar lingkungan sekolah.
    Sebagai contoh sederhana, guru bertanya pendapat siswa tentang makna semangat nasionalisme sebagai generasi bangsa. Siswa akan menjawab dengan berbagai macam persepsi. Karena mereka akan menjelaskan tentang apa yang pernah mereka baca dan mereka dengar.
    Disinilah peran seorang guru sangat diperlukan. Hindari kebiasaan membatasi pemikiran anak. Karena pada hakikatnya setiap anak memiliki keunikan dan kemampuan berbeda. Dengan guru memberikan kebebasan pada anak untuk bicara, maka suasana belajar mengajar akan sangat reflektif dan fleksibel.
    Kemudian, sekolah bahagia juga merupakan sekolah yang tidak mem-blacklist kemampuan serta bakat anak. Contoh, jika anak tidak suka menyulam, jangan paksa dia. Biarkan dia memilih dan menentukan sendiri sesuai minatnya. Dengan seperti itu anak akan sangat betah di sekolah.
    Hemat kata, sekolah bahagia adalah sekolah yang didalamnya terdapat guru yang bahagia, siswa yang ceria dan akhlak yang mulia.
Semoga bermanfaat...

#Ramadhanday1
Satuharisatukarya 😄
   

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 pemikiran dan gagasan para finalis Literacy Awards 2017 di Bogor, Jawa Barat

Assalamualaikum.. Sahabat Literacy yang di rahmati Allah.. Bersyukur banget bisa terpilih menjadi 25 besar finalis Literacy Awards 2017 yang di selenggarakan oleh Baznas dan Republika. Gak nyangka di beri kesempatan mewakili Provinsi Aceh ke Bogor untuk mempresentasikan program Literacy. Alhamdulillah setelah menyaksikan 25 program inspiratif yang di paparkan oleh masing-masing finalis, Alhamdulillah saya bisa mengambil kalimat-kalimat hebat yang bisa saya bawa pulang ke Aceh tercinta. Berikut ulasannya : 😉 1.Kenapa harus takut menggerakkan kegiatan Literacy di masyarakat? Mulailah dari semangat pemuda 👉 Laily Nurtawajjuh 2.Manfaatkan waktu cueknya siswa menjadi lebih berkualitas dan bernilai dengan membaca dan menulis 👉 Muhammad Hairul 3.Pembentukan karakter itu tahap utama dalam memanggil semangat siswa 👉Hakkin Nizar 4.Jadikan generasi Islam sebagai generasi yang akrab dengan Al Quran 👉 Dian Riski. L 5.Menjadikan t...

Senyuman

Bismillah.. Sahabat, hari ini akan saya sampaikan sedikit pesan kecil tentang sebuah hal yang sering kita anggap sepele. Tentang sebuah yang terkadang kita lupa untuk melakukannya bahkan tidak menjadikannya budaya. Suatu hari saya ikut ibu belanja di pasar, banyak sekali kerumunan orang di sana sini. Yang datangpun bervariasi, mulai dari orangtua, muda, hingga anak-anak ikut ke pasar. Ini bukan mall teman, ini adalah pasar tradisional. Di mana buah boleh di beli perbiji, dan sayuran boleh di beli perikat. Sekalipun kita membawa uang yang tak seberapa, mereka dengan senang hati menerima tawar-menawar dari kita. Ya, kembali pada fokus pembahasan kita. Senyuman... Sebuah senyuman merupakan muqaddimah pertama yang perlu di budayakan, percayakah Anda? Sebuah survey membuktikan bahwa senyum membuat jiwa lebih muda, ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa dengan tersenyum, maka masalah akan pudar bersama indahnya senyuman Anda. Kembali pada pasar, pandangan saya fokus pada seorang ibu berdas...