Langsung ke konten utama

Membiasakan anak didik dalam "Akhlaqul Karimah"

Rasulullah Saw telah mengajarkan kita untuk senantiasa berakhlak baik. Akhlak baik yang di maksud adalah amar ma'ruf nahi mungkar, mengerjakan segala perintah Allah & menjauhi segala laranganNya.
Dewasa ini, telah banyak kita dapati kebiasaan-kebiasaan tidak baik yang malah di tiru oleh anak-anak kita. Peran seorang guru seolah konyol ketika guru telah berusaha mengingatkan dengan semangat tingkat provinsi kepada anak didiknya.
Sebenarnya sederhana saja teman...  Perlihatkan dan lakukan yang baik, maka anak akan baik. Jika mereka masih saja salah maka doakanlah mereka agar menjadi baik. Karena merepet hingga highlevel tak akan membuat mereka terkesima, bahkan kita akan berkesan tidak baik sepanjang hayat mereka.
Nah...
Apa yang salah di sini?????
Tidak ada yang salah dan tidak ada orang yang bisa di salahkan.
Lalu?
"Pola Dasar"
Ya..  Pola dasar edukasi bagi anak sejak ia ada dalam kandungan seorang Ibu. Berikut beberapa tips bagi Ibu atau calon seorang Ibu :
1.Perbanyak membaca ayat suci Al Quran
2.Perbanyak berdzikir
3.Hindari ghibah (menggosip)
4.Hindari makanan/minuman yang subhat (tidak halal)
5.Perbanyak berdoa di berikan anak yang shalih dan shaliha
6.Berpikirlah positif
7.Jangan banyak mengeluh dan bahagialah menjadi seorang Ibu

Sejak dalam rahim pun anak terus akan belajar, baik apa yang kita ucapkan maupun apa yang kita lakukan. Bayi dalam kandungan seakan selalu tahu dan ikut merasakan apa yang ibunya rasakan. Maka sebab itu lakukanlah hal yang baik, agar anak kita tumbuh menjadi anak yang berpola ihsan (baik)
Rabbi... Habli... Minasshalihiinnn
😊😉😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 pemikiran dan gagasan para finalis Literacy Awards 2017 di Bogor, Jawa Barat

Assalamualaikum.. Sahabat Literacy yang di rahmati Allah.. Bersyukur banget bisa terpilih menjadi 25 besar finalis Literacy Awards 2017 yang di selenggarakan oleh Baznas dan Republika. Gak nyangka di beri kesempatan mewakili Provinsi Aceh ke Bogor untuk mempresentasikan program Literacy. Alhamdulillah setelah menyaksikan 25 program inspiratif yang di paparkan oleh masing-masing finalis, Alhamdulillah saya bisa mengambil kalimat-kalimat hebat yang bisa saya bawa pulang ke Aceh tercinta. Berikut ulasannya : 😉 1.Kenapa harus takut menggerakkan kegiatan Literacy di masyarakat? Mulailah dari semangat pemuda 👉 Laily Nurtawajjuh 2.Manfaatkan waktu cueknya siswa menjadi lebih berkualitas dan bernilai dengan membaca dan menulis 👉 Muhammad Hairul 3.Pembentukan karakter itu tahap utama dalam memanggil semangat siswa 👉Hakkin Nizar 4.Jadikan generasi Islam sebagai generasi yang akrab dengan Al Quran 👉 Dian Riski. L 5.Menjadikan t...

Juanda.. sang "rocker" berhati mulia

Siapa sangka? Seorang pemuda yang penampilannya urak-urakan. Memakai cincin besi sebanyak 6 buah di sisi tangan kanan kirinya, di tambah dengan potongan rambut jigrak keatas menjulang tinggi bagai serabut sapu yang tebal. Kesan yang di salurkan untuknya adalah "cowo gaul". Hehe 😄 Ya.. Juanda. Remaja berusia 22 tahun ini sehari-hari bekerja lewat musik, katanya band etnik, ketika kita mendengar musik dan vokalnya maka telinga agak terasa sedikit perih. Dengan suara vokalisnya sangat melengking membuat kecoa di tepi-tepi kayu lari terbirit-birit mengadu pada Ibunya. Hahaha😀 Namun, profesi tersebut telah ia jalani selama lebih kurang 12 tahun. Band etnik yang di beri nama "Harus Ngetop" ini berjumlah 6 orang anggota. Terdiri dari 1 pemain drum, 1 vokalis, 2 gitaris, 1 pianis, dan 1 pemain gendang tradisional. Lengkap sudah kebahagiaan mereka setiap kali ada undangan untuk tampil. Biasanya mereka di undang ke acara Ulang Tahun anak-anak ataupun...

Rindu

Ku tuangkan sedikit teh Ku tambah gula secukupnya Dalam keheningan malam Ku coba nikmati teh itu Masih terasa hambar... Ku tuang madu di antaranya Dan ku ambil sendok untuk menakarnya Dalam keheningan malam Masih belum manis Mulai ku topangkan tangan pada kepala Ku pandangi langit yang mulai kelam Seraya kembali meneguk sang minuman idola Masih juga terasa tak nikmat... Aku beranjak dari duduk Kembali dengan membawa sepotong coklat Ku celupkan dalam teh Ternyata Rasanya masih saja sama Hambar..... Apa yang membuat hambar? Tehkah yang terlalu pekat? Madukah yang lebih? Atau terlalu maniskah hingga tak sedap? Ternyata bukan... Bukan itu Aku hanya kehilangan sebuah senyuman Yang mampu memaniskan segalanya Ya Senyuman yang mampu mengalahkan gula, madu dan coklat.. Kemudian.... Hati bertanya Ini apa? Apa maksudnya? Nyatanya aku sedang rindu..... 😊😊😄