Langsung ke konten utama

Rauda Huda....

Rasanya baru kemarin
Suara tegas itu lantang terdengar
Bakda Magrib bergegas mereka datang
Ada yang merapikan balai
Ada yang bersiap-siap untuk hafalan
Rasanya baru beberapa hari yang lalu
Beliau meninggalkan kita semua..
Sakit yang ia derita selama bertahun-tahun
Tak pernah ia tunjukkan di hadapan anak didiknya
Sosok yang membuat kita belajar
Apa itu kata syukur
Sosok yang mengajarkan apa makna mendidik anak negeri dengan tulus
Lama sudah nasehat itu terdengar
Namun saat ujian itu tiba
Lampu balai seakan bersinar redup
Membiaskan cahaya dengan malasnya...
Seakan ingin berkata bahwa turut berduka...
Tengku Safiyah Amin
Beliau adalah orangtua,nenek,sekaligus sosok peneduh jiwa di saat gundah
Stroke membuat ia lemah tak berdaya..
Hingga sampailah di penghujung kesempatan hidupnya
Telah sampai janji itu
Janji yang telah di sepakati dengan Allah Azza Wa Jalla....
Ya...
Beliau telah di panggil oleh Yang Maha Kuasa...
Kini..
Tinggallah kami dengan ilmu yang belum seberapa..
Tertatih berusaha dan berjuang demi bertahannya balai pengajian ini
Raudhatul Huda..
Itu nama mulia yang beliau berikan untuk pengajian ini
1 bulan setelah beliau meninggalkan kami.. Aku dan mereka kembali untuk belajar Al Quran...
Doakan saudaraku..
Doakan aku untuk tetap mempertahankan semua ini😊

Rauda.huda 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 pemikiran dan gagasan para finalis Literacy Awards 2017 di Bogor, Jawa Barat

Assalamualaikum.. Sahabat Literacy yang di rahmati Allah.. Bersyukur banget bisa terpilih menjadi 25 besar finalis Literacy Awards 2017 yang di selenggarakan oleh Baznas dan Republika. Gak nyangka di beri kesempatan mewakili Provinsi Aceh ke Bogor untuk mempresentasikan program Literacy. Alhamdulillah setelah menyaksikan 25 program inspiratif yang di paparkan oleh masing-masing finalis, Alhamdulillah saya bisa mengambil kalimat-kalimat hebat yang bisa saya bawa pulang ke Aceh tercinta. Berikut ulasannya : 😉 1.Kenapa harus takut menggerakkan kegiatan Literacy di masyarakat? Mulailah dari semangat pemuda 👉 Laily Nurtawajjuh 2.Manfaatkan waktu cueknya siswa menjadi lebih berkualitas dan bernilai dengan membaca dan menulis 👉 Muhammad Hairul 3.Pembentukan karakter itu tahap utama dalam memanggil semangat siswa 👉Hakkin Nizar 4.Jadikan generasi Islam sebagai generasi yang akrab dengan Al Quran 👉 Dian Riski. L 5.Menjadikan t...

Juanda.. sang "rocker" berhati mulia

Siapa sangka? Seorang pemuda yang penampilannya urak-urakan. Memakai cincin besi sebanyak 6 buah di sisi tangan kanan kirinya, di tambah dengan potongan rambut jigrak keatas menjulang tinggi bagai serabut sapu yang tebal. Kesan yang di salurkan untuknya adalah "cowo gaul". Hehe 😄 Ya.. Juanda. Remaja berusia 22 tahun ini sehari-hari bekerja lewat musik, katanya band etnik, ketika kita mendengar musik dan vokalnya maka telinga agak terasa sedikit perih. Dengan suara vokalisnya sangat melengking membuat kecoa di tepi-tepi kayu lari terbirit-birit mengadu pada Ibunya. Hahaha😀 Namun, profesi tersebut telah ia jalani selama lebih kurang 12 tahun. Band etnik yang di beri nama "Harus Ngetop" ini berjumlah 6 orang anggota. Terdiri dari 1 pemain drum, 1 vokalis, 2 gitaris, 1 pianis, dan 1 pemain gendang tradisional. Lengkap sudah kebahagiaan mereka setiap kali ada undangan untuk tampil. Biasanya mereka di undang ke acara Ulang Tahun anak-anak ataupun...

Rindu

Ku tuangkan sedikit teh Ku tambah gula secukupnya Dalam keheningan malam Ku coba nikmati teh itu Masih terasa hambar... Ku tuang madu di antaranya Dan ku ambil sendok untuk menakarnya Dalam keheningan malam Masih belum manis Mulai ku topangkan tangan pada kepala Ku pandangi langit yang mulai kelam Seraya kembali meneguk sang minuman idola Masih juga terasa tak nikmat... Aku beranjak dari duduk Kembali dengan membawa sepotong coklat Ku celupkan dalam teh Ternyata Rasanya masih saja sama Hambar..... Apa yang membuat hambar? Tehkah yang terlalu pekat? Madukah yang lebih? Atau terlalu maniskah hingga tak sedap? Ternyata bukan... Bukan itu Aku hanya kehilangan sebuah senyuman Yang mampu memaniskan segalanya Ya Senyuman yang mampu mengalahkan gula, madu dan coklat.. Kemudian.... Hati bertanya Ini apa? Apa maksudnya? Nyatanya aku sedang rindu..... 😊😊😄