Langsung ke konten utama

Kerinduan

Baris kata yang pernah teriring dalam doa
Seakan menuai semua yang telah berlalu
Masih belum berlalu
Gurindam nada membekas di jiwa
Kerinduan itu kembali ku lamar
Seiring nafas berhembus
Seiring nada dzikir yang ku kirim
Ada lega dalam hati dalam rindu hakiki

Sulit ku terjemah
Namun hal yang sama telah kembali
Mudah ku nilai
Namun oase kalimat yang sama
Masih ku dengar jelas
Mana?
Mana tiang penyangga tuk buat ku kuat
Masih saja kerinduan menghantuiku

Disini
Dalam kesunyian malam
Kembali ku alunkan senja menahan diri
Hingga fajar kembali menyapa
Untuk apa bersedih duhai hati
Bukankah insan diri masih penuh daki
Dari segala kesombongan tinggi
Akan terhempas dan mati

Lantas apa?
Apa yang ku banggakan dari cerita ini
Semua kalimat seakan mencekikku
Hingga diam yang ku tampilkan
Kerinduan...
Kerinduan yang hakiki
Rindu yang tak berhujung
Rindu.... Kasih sayang ilahi

Kapan semua akan tidak kau keluhkan
Tentu saat Iz
rail datang melamarmu
Untuk kematian
Untuk sepi yang takkan tertolong
Kecuali yang 3
Sadari
Syukuri
Dan tak hanya menikmati
😢😊
#tafakkurdiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 pemikiran dan gagasan para finalis Literacy Awards 2017 di Bogor, Jawa Barat

Assalamualaikum.. Sahabat Literacy yang di rahmati Allah.. Bersyukur banget bisa terpilih menjadi 25 besar finalis Literacy Awards 2017 yang di selenggarakan oleh Baznas dan Republika. Gak nyangka di beri kesempatan mewakili Provinsi Aceh ke Bogor untuk mempresentasikan program Literacy. Alhamdulillah setelah menyaksikan 25 program inspiratif yang di paparkan oleh masing-masing finalis, Alhamdulillah saya bisa mengambil kalimat-kalimat hebat yang bisa saya bawa pulang ke Aceh tercinta. Berikut ulasannya : 😉 1.Kenapa harus takut menggerakkan kegiatan Literacy di masyarakat? Mulailah dari semangat pemuda 👉 Laily Nurtawajjuh 2.Manfaatkan waktu cueknya siswa menjadi lebih berkualitas dan bernilai dengan membaca dan menulis 👉 Muhammad Hairul 3.Pembentukan karakter itu tahap utama dalam memanggil semangat siswa 👉Hakkin Nizar 4.Jadikan generasi Islam sebagai generasi yang akrab dengan Al Quran 👉 Dian Riski. L 5.Menjadikan t...

Juanda.. sang "rocker" berhati mulia

Siapa sangka? Seorang pemuda yang penampilannya urak-urakan. Memakai cincin besi sebanyak 6 buah di sisi tangan kanan kirinya, di tambah dengan potongan rambut jigrak keatas menjulang tinggi bagai serabut sapu yang tebal. Kesan yang di salurkan untuknya adalah "cowo gaul". Hehe 😄 Ya.. Juanda. Remaja berusia 22 tahun ini sehari-hari bekerja lewat musik, katanya band etnik, ketika kita mendengar musik dan vokalnya maka telinga agak terasa sedikit perih. Dengan suara vokalisnya sangat melengking membuat kecoa di tepi-tepi kayu lari terbirit-birit mengadu pada Ibunya. Hahaha😀 Namun, profesi tersebut telah ia jalani selama lebih kurang 12 tahun. Band etnik yang di beri nama "Harus Ngetop" ini berjumlah 6 orang anggota. Terdiri dari 1 pemain drum, 1 vokalis, 2 gitaris, 1 pianis, dan 1 pemain gendang tradisional. Lengkap sudah kebahagiaan mereka setiap kali ada undangan untuk tampil. Biasanya mereka di undang ke acara Ulang Tahun anak-anak ataupun...

Rindu

Ku tuangkan sedikit teh Ku tambah gula secukupnya Dalam keheningan malam Ku coba nikmati teh itu Masih terasa hambar... Ku tuang madu di antaranya Dan ku ambil sendok untuk menakarnya Dalam keheningan malam Masih belum manis Mulai ku topangkan tangan pada kepala Ku pandangi langit yang mulai kelam Seraya kembali meneguk sang minuman idola Masih juga terasa tak nikmat... Aku beranjak dari duduk Kembali dengan membawa sepotong coklat Ku celupkan dalam teh Ternyata Rasanya masih saja sama Hambar..... Apa yang membuat hambar? Tehkah yang terlalu pekat? Madukah yang lebih? Atau terlalu maniskah hingga tak sedap? Ternyata bukan... Bukan itu Aku hanya kehilangan sebuah senyuman Yang mampu memaniskan segalanya Ya Senyuman yang mampu mengalahkan gula, madu dan coklat.. Kemudian.... Hati bertanya Ini apa? Apa maksudnya? Nyatanya aku sedang rindu..... 😊😊😄